Menurut RUU Kovergensi Telematika Penyelenggaraan
Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan konektivitas
dasar dan bandwidth yang mendukung beragam aplikasi dan memungkinkan
komunikasi antar jaringan. Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika
adalah kegiatan penyediaan layanan aplikasi telematika yang terdiri
aplikasi pendukung kegiatan bisnis dan aplikasi penyebaran konten dan
informasi. Aplikasi adalah layanan dasar dan/atau lalyanan nilai tambah
yang ditambahkan pada layanan jaringan.
Layanan Telematika di bidang Layanan Informasi
Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai
informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat menolah dan
memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan
perkembangannya. Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu
sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap
informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian
masalahnya.
Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu
memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan
dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan
kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
Komponen- Konselor
- Peserta.
- Informasi
Layanan Telematika di bidang Layanan Keamanan
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data Layanan ini terdiri enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditing. Layangan ini melindungi sebuah informasi maupun data agar tidak mudah diambil atau diakses oleh pihak lain yang tidak berwenang.
Contoh Kasus
Texas Auto Center
Teknologi telematika dalam sistem keamanan ditanamkan
pada mobil. Sistem keamanan ini menggunakan password untuk mengakses
sistem dealership’s web-based untuk menggerakkan sistem immobilization
terhadap 100 mobil. Sistem ini diinstal oleh Texas Auto Center
tujuannya adalah mengaktifkan kepemilikan lebih mudah jika pembeli gagal
untuk melakukan pembayaran (melewati batas pembayaran) .
Dengan adanya sistem ini maka pembeli akan yang
melewati pembayaran tidak akan bisa mengendarai mobil mereka selama 5
hari, sampai dealer dari ATC me- reset ulang semua usernames dan password pada sistem.
Layanan Telematika dibidang Layanan Context – Aware dan Event Based.Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami user, network, lingkungan, dan dengan demikian dapat melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan. Karakteristik dari user, network dan lingkungan disebut konteks.
Menurut Albrecht Schmidt tiga hal yang menjadi perhatian pada sistem context-aware.
- The Acquisition of Context.
- The abstraction and understanding of context
- Application behavior based on the recognized context.
Bill N.Schilit, Norman Adams dan Roy Want terdapat 4 kategori aplikasi context-awarness
1. Proximate Selection
Suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Terdapat dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan location.
2.Automatic Contextual Reconfiguration.
Aspek terpenting suatu kasus sistem context-aware adalah bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lain. Contohnya, pengguna virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisk suatu benda.
3. Contextual Informations and Commands.Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh , ketika berada didapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information dan commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan kedalam sebuah direktori tertentu. Setiap file yang berada didalam direktori berisi locations dan contain files, programs dan links. Sebagai contoh : Ketika user berada dikantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan, ketika user beralih lagi kedapur,maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4.Context Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaan terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang dilakukan.
Contoh Aplikasi sederhana adalah LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.
Layanan Telematika dibidang Layanan Perbaikan Sumber.
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
- Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangunan.
- Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.
SDM Lembaga Pendidikan, untuk meningkatkan jumlah SDM yang :
- Memahami telematika melalui sosialisasi & diklat
- Mampu menggemakan telematika melalui dikmenti dan pelatihan keterampilan
- Mampu menggunakan telematika melalui dikti dan pelatihan
- Mampu mengembangkan telematika melalui dikti dan pasca sarjana
- Penyelenggaraan komunikasi elektronik antar pejabat eselon I, II, III
- Kecepatan pelayanan
- Pengambilan keputusan yang cepat dan obyektif
- Program diklat telematika
- Pelatihan calon instruktur dan pengembangan bahan belajar
- Pelatihan telematika di BLK-BLK
- Membina lembaga latihan swasta dalam bidang telematika
- Mendorong lembaga profesi / asosiasi untuk meningkatkan kualitas SDM telematika
Pemanfaatan telematika untuk meningkatkan hasilguna, dayaguna dan produktifitas kerja aparatur negara yang mampu mendukung terciptanya manajemen modern di lingkungan birokrasi pemerintah tingkat pusat dan daerah
Aplikasi :
- RI-NET (RI Homepage, e-mail tertutup, kantor elektronis)
- SIMKRI (Sistem Informasi Manajemen Kependudukan Republik Indonesia)
- APBN-NET (Pengelolaan APBN dan APBD)
- Serambi depan informasi
- Telemedik
Pencipta daya saing bisnis
Pemanfaatan telematika untuk membangun prasarana dan pranata yang mendukung terlaksananya kegiatan bisnis yang andal dan berkualitas, sehingga tercipta daya saing bisnis yang tangguh dalam menghadapi era globalisasi.
- E-commerce,Perniagaan secara elektoni
- EDI (Electronic Data Interchange).
- Transaksi bisnis secara elektronis,Pusat informasi bisnis
- Pengelolaan informasi bisnis oleh KADIN pusat dan daerah
Aplikasi Hankamneg mencakup pendayagunaan sistem :
- Rakyat terlatih (Ratih)
- Perlindungan masyarakat (Linmas)
- K3I-ABRI, serta
- Sistem sumber daya (Sumda) informasi Hankamneg
- SISTEM INFORMASI PENDUDUK Kependudukan, KB, Keimigrasian, Pemilu, Pertanahan, Perpajakan, dll.
- SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prasarana dasar (Infra-net), sumber daya alam (Resource-net), Aset Pembangunan (Asset-Net), dan Sentra Ekonomi (Estate-Net).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar